<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2867226960054123721</id><updated>2011-07-29T04:40:21.531+07:00</updated><category term='awal'/><category term='kedua'/><title type='text'>HANYA TULISAN</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kert4s.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2867226960054123721/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kert4s.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>prasetia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915261810386856624</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2867226960054123721.post-8873314821590986750</id><published>2008-11-14T00:43:00.003+07:00</published><updated>2009-03-04T18:17:40.771+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kedua'/><title type='text'>CERPEN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;TIKET KERETA MALAM&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Motor itu melaju kencang membelah kota jogja yang semakin padat. Suaranya tidak jauh beda dengan kaleng kosong yang dipukul. Asapnya mengepul tebal sehingga pengendara lain di belakang pasti akan sedikit menjaga jarak agar asap dari knalpot tidak langsung menghajar muka mereka. Bentuk motor sudah tidak karuan, setiap lampu merah pasti mesinnya mati. Begitulah kalau motor tidak di rawat, pasti sering rewel. Tetapi, walaupun jelek aku tetap bersyukur, karena temanku mau meminjamkan motornya itu. Hari itu memang aku ada keperluan mendadak, jadi agak ugal-ugalan di jalan. Sebelumnya, pagi sekitar jam delapan sebuah SMS masuk, bertuliskan : “Mas tiket keretanya sudah dibeli belum? Ibu nanti sore ke kota”. Ternyata dari ibuku, 5 hari yang lalu ia datang ke jogja untuk acara keluarga di kab Gunung Kidul. Ibu asli jogja, tapi selepas SPG dulu ia pergi merantau ke jakarta, kemudian bertemu bapak dan membina keluarga disana. Aku anak pertama dari 3 bersaudara. Sudah hampir 5 tahun aku kuliah di jogja. Setelah beberapa menit sampai juga di stasiun kelas ekonomi bernama lempuyangan. Aku disambut calo-calo tiket. “mau ke mana mas ? tiket murah ada tempat duduknya mas” ucap mereka agak memaksa. Tak peduli ku terus melangkah maju, mereka menyerah dan mendekati korban lain di belakang ku. “mbak tiket jakarta dua” sambil menyodorkan sejumlah uang dari saku celana. Dua tiket untuk ibu dan bapakku, memang bapak ikut ke jogja, bapak lebih sabar dan pendiam dibandingkan ibu. Mungkin sifatnya banyak menurun pada ku. Tiket sudah di tangan, langsung ku pelintir gas motor meninggalkan stasiun itu. Sedikit bergaya ku ku mainkan rem serta membanting motor kekanan dan kekiri. Sebentar saja aku sampai di rumah keluarga ibu tak jauh dari stasiun. Di rumah itu tinggal semua saudara ibu walaupun ukurannya sangat kecil. Sebagian dindingnya masih dari kayu yang berjamur terkena hujan dan panas. Turun dari motor dan bergegas ke pintu. “assalammualaikum”. “waalaikumussalam” suara terdengar dari dalam. Ku lihat ibu, mbah dan bude sedang berkumpul di ruang tamu. “dapat tiketnya mas?” tanya ibuku, “dapat bu” jawab ku sambil mengeluarkan karcis dari saku celana ku, ibuku meraih karcis tersebut dengan tangannya yang penuh keriput. Saat itu jam menunjukan pukul 3 sore. Serentak suasana pecah, semua mulai sibuk menyiapkan keberangkatan ibu ke jakarta. Kereta berangkat pukul 5 sore berarti sekitar 2 jam lagi ibu dan bapak harus ada di stasiun. Sekejap mata semua persiapan selesai dan saatnya perpisahan. Aku mengangkat tas besar ke atas motor, kutaruh di depan, di antara kedua kakiku. Ibu menyusul di belakang punggungku. Tangannya dikalaungkan pada pinggangku. Om berboncengan dengan bapak dan sudah melaju di depan. Sampai di satasiun sedikit tergesa, berjalan ke gerbong yang tertulis di tiket. Om hanya mengantar sampai gerbang dan langsung pulang karena ada keperluan. Akhirnya ketemu juga tempat duduk, no-nya seperi yang tertera di tiket. Tas ku lemparkan ke atas tempat menaruh barang. Ibu dan bapak duduk berdampingan, aku pun duduk di hadapan mereka. Ku alihkan pandangan kejendela dan menembus keluar. Hari sudah teramat senja, setiap benda memerah kekuningan terkena bias mentari yang mulai tengelam. “mas bagaimana kuliahnya ?” ibuku tiba-tiba bicara. Akhirnya. Beberapa kali pertemuan dengan ibu serta ayah kejadian itu terulang dengan pertanyaan yang sama. Pandangan mereka membuat aku tertunduk, suasana hening, waktu seperti berhenti mendadak, kepalaku tiba-tiba berat seperti di jatuhi benda yang beratnya puluhan kilo. Setelah sebuah tarikan nafas panjang yang dalam ku beranikan mengangkat kepala serta menatap mereka walau perih mata ini. bibirku berucap pelan : “mungkin beberapa bulan lagi sudah selesai, bu”. Bapak dan ibu saling berpandangan dan membalas ucapanku dengan senyum. Saat itu juga suara lokomotif keras terdengar bertanda kereta akan berangkat. Aku meraih tangan mereka, menciumnya dan mengucap kata perpisahan. Kereta sudah mulai bergerak, aku berlari ke pintu untuk turun. Ku lihat kedua orang tuaku melambaikan tangan, aku membalas sambil berdiri memandangi kereta yang bergerak menjauh. Pertanyaan ibu tadi masih terngiang di telingaku, bergema berulang-ulang dikepala, hanya pertannyaan itu yang ada bahkan ku tak ingat jawaban yang ku berikan tadi. Kereta yang membawa orang tuaku sudah tak terlihat lagi. Tanpa sadar ku masih berdiri di stasiun di kota jogja yang mulai gelap dan sepi, sendiri memandang ujung rel dengan pertanyaan ibu yang masih menggema di kepala.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2867226960054123721-8873314821590986750?l=kert4s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kert4s.blogspot.com/feeds/8873314821590986750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kert4s.blogspot.com/2008/11/cerpen.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2867226960054123721/posts/default/8873314821590986750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2867226960054123721/posts/default/8873314821590986750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kert4s.blogspot.com/2008/11/cerpen.html' title='CERPEN'/><author><name>prasetia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915261810386856624</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2867226960054123721.post-5862417249524708148</id><published>2008-11-03T22:34:00.015+07:00</published><updated>2009-03-04T18:26:51.911+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='awal'/><title type='text'>PUISI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;SUARA MALAM&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Berawal dari suara malam di lain kota&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Kini mungkin sudah ratusan, bahkan ribuan kata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Bermain keluar masuk di telingaku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Dirimu tetap sebuah misteri untukku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Bentuk tanpa rupa, hanya suara. Ya, hanya suara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Lalu suara kudengar berbeda darimu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Bukan rangkaian huruf atau kata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Bukan bahasa atau logat kata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Aku mengerti tumpukan maknanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Mungkin ku salah,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Ku tak mengerti perasaanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Aku pemuja sepi dan sunyi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Tapi sangat benci duka dan lara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Ku menolak dan pergi menjauh pada tangisan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;“jangan ada tangisan”, kataku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Tapi kini ku ingin mendengarnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Karena, aku belum mengerti perasaannya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;


&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong style="font-family: trebuchet ms;"&gt;MENUNGGU MELEDAK&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;

&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Menatap ruang putih bersih, di sela penat hari ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Sayatan pena memberi luka dikertas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Mengeluarkan darah hitam dan jejak sejarah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Melepas isi kepala, membagi satu persatu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Perih, sakit dan nyeri berkumpul di dada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Teriakan besar terjadi di dalam dada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Bergema dipantulkan sekat daging dan kulit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Keras, semakin keras&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kapan kiranya, aku meledak ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Terpecah, dan hancur menjadi ribuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Bahkan jutaan potongan yang berserakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;

&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;


&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;strong style="font-family: trebuchet ms;"&gt;DESA HIJAU&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;

&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Raung gergaji mesin Ditengah ruang desa hijau&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Mencabik tiap urat batang pepohonan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Burung menangis, meratap pilu&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Angin mengendap-endap, lalu berlari&lt;/span&gt;

&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Menyatukan lingkaran alam&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Suara-suara yang melingkari alam&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Berputar, putar, putar&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Hari itu di desa hijau&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;


&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;&lt;strong&gt;PERAWAN PEREMPUAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;

&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Perawan suci, perempuan itu&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Wajah merunduk, lunglai tersangga tangan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Bercerita dengan mata&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Berkata tanya, ribuan tanya&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Takdir, jawaban tanpa jeda&lt;/span&gt;

&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Tanda terima untuk berkah titipan tuhan, dianggap manusia hina&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Cerca, serapah, sumpah sampah membuat gerah&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Muka merah, marah parah&lt;/span&gt;

&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Sabar, tabah tak tergugah&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Kuasa telah terjadi&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Terima setulus hati&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Tetap suci, perawan suci, perempuan itu&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;




&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;DAKI DI UJUNG JARI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Daki di ujung jari&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Merangkul jutaan kuman dan bakteri&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Daki di ujung jari&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Hitam, kotor, bau, busuk sekali&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Daki di ujung jari&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Lembut, lengket, lembab&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Daki di ujung jari&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Menempel, menyempil di sudut kuku&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Daki di ujung jari&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Teman, sahabat, saudara tiap hari&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Daki di ujung jari&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Asin, asam, manis, pahit&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Daki di ujung jari&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Dari kulit yang tlah mati&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Daki di ujung jari&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Daki di ujung &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;

&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;strong&gt;TAMAN BUNGA &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Melati, kau tak pernah bercerita kalau mawar menusukmu dengan duri-duri tajamnya&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Mawar, kau tak berkata bila melati menghalangi sinar mentari yang kau harapkan&lt;/span&gt;

&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Melati, mawar, janganlah bertengkar&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Mengapa tidak merekah bersama ditaman bungaku?&lt;/span&gt;

&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Melati, jangan menghalangi sinar mentari, berbagilah&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Mawar, jangan menyakiti dengan duri-duri tajammu&lt;/span&gt;

&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Tamanku gersang, panas tak rindang&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Bila ku harus memilih&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Kupilih mencabut kau berdua, biar tamanku kosong dan mati&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Tidak, aku tak mau itu terjadi&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Kalau begitu, biar aku yang pergi.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;



&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;strong&gt;KAKI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Hai petualang !&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Kau pucat dan tak bergairah&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Berselimut kaus kaki tebal&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Terbaring diatas sandal empuk&lt;/span&gt;

&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ayolah !&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Menendang batu di Sindoro&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Mengijak-injak Merbabu&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Berendam dikawah Sumbing&lt;/span&gt;

&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Satu lingkaran bumi, pasti menyenangkan&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;untuk ditelusuri&lt;/span&gt;

&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Lama kita tidak bersuci&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Bermain air pancuran dimasjid&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Berdiri bersama, mengagungkan nama-Nya&lt;/span&gt;

&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Lelah terkulai malas&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Angkatlah aku ke atas ranjang&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2867226960054123721-5862417249524708148?l=kert4s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kert4s.blogspot.com/feeds/5862417249524708148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kert4s.blogspot.com/2008/11/hanya-tulisan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2867226960054123721/posts/default/5862417249524708148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2867226960054123721/posts/default/5862417249524708148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kert4s.blogspot.com/2008/11/hanya-tulisan.html' title='PUISI'/><author><name>prasetia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915261810386856624</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
